Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillahi rabbil'aalamiin Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa'alaa aalihi washahbihi wasallim
Sering kita ngaku-ngaku dengan bangga bahwa kita adalah umat Nabi Muhammad SAW tapi benarkah kita ini termasuk umat Nabi atau pengakuan kita saja yang manakala di akhirat nanti kita tidak digolongkan sebagai umatnya walaupun kita hidup di akhir zaman ini.
Firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Fath : 29, yang diambil dari tafsir Jalalain: " (Muhammad itu) mubtada (utusan Allah) khobar dari mubtada (dan orang-orang yang bersamanya) yakni ashhab-ashhab-nya dari golongan mukmin, merupakan mubtada, khobarnya adalah (keras) keras/kasar (kepada orang-orang kafir) tidak berbelas kasih kepada mereka (saling mengasihi diantara mereka) khobar kedua, yakni mereka saling menyayangi seperti saling menyayanginya orang tua dengan anaknya (Tampak mereka itu) terlihat mereka itu (ruku' dan sujud) dua tingkah (mengharapkan) jadi isti'naf yang artinya mencari mereka itu (karunia dari Tuhan dan keridhoan-Nya, tanda-tanda mereka) tanda-tanda mereka, mubtada (tampak pada wajah-wajah mereka) khobarnya mubtada, tanda itu adalah cahaya dan putih yang akan dikenal nanti di akhirat sebagai tanda bahwa mereka bersujud waktu hidup di dunia (dari bekas-bekas sujud)......................."
Dari ayat tersebut kita bisa melihat bahwa apabila kita ingin diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW maka kita harus mimiliki 4 hal;
- Keras kepada orang-orang kafir, termasuk kepada segala bentuk kekafiran.
- Saling mengasihi sesama umat Islam seperti mengasihi ibu pada anaknya, atau anggota tubuh yang satu pada anggota tubuh yang lainnya.
- Ruku' dan sujud kita semata-mata untuk mencari karunia dan keridhoan Allah bukan untuk yang lain.
- Ada tanda-tanda bekas sujud pada kita. Tentunya bukan secara dzohir tapi secara batin dengan mendirikan sholat bukan mengamalkan sholat, artinya sholat kita terus terbawa kapan pun dan dimana pun.